fbpx
Kesehatan

Ternyata Hipertensi Bisa Tingkatkan Resiko Cacat Fisik

Parentingsehat.com – Tekanan darah tinggi atau hipertensi meruapakan faktor resiko terhadap adanya kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, mata, pembuluh dara besar (aorta), serta pembuluh darah tepi. Apabila tidak dikelola dengan tepat, maka bukan hanya beresiko kematian, akan tetap juga mempu meningkatkan resiko kecacatan akibat berkembangnya penyakit serta kerusakan organ penting tersebut.

“Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila secara meyakinkan memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg pada sedikitnya 3x pengukuran dengan cara dan alat yang benar selang waktu satu menit dalam suasana yang tenang, keadaan cukup istirahat di klinik atau fasilitas layanan kesehatan,” jelas Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI)Dr.Tunggul D.Situmorang, Sp.PD-KGH, FINASIM.

“Bila meragukan, dianjurkan untuk di ulang-ulang pengukurannya oleh pasien sendiri di rumah (Home Blood Pressure Monitoring = HBPM) atau bila ada fasilitas dengan mengukur TD secara 24 jam terus menerus dengan alat khusus (Ambulatory Blood Pressure Monitoring = ABPM),” imbuhnya.

Untuk sebagian besar orang yang menderita stroke, mempunyai tekanan darah tinggi. Hipertensi merusak arteri pada seluruh tubuh, menciptakan suatu kondisi yang menjadikan arteri tebal, kaku, dan juga bisa pecah.

Hal tersebut juga bisa  terjadi pada pembuluh darah di otak akibat tekanan darah tinggi. Sehingga nantinya akan menimbulkan stroke yang jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, mengelola hipertensi sangat penting untuk mengurangi resiko stroke.

“Pasien harus memahami bahwa hipertensi primer tidak dapat sembuh total, tapi bisa dikendalikan tetap normal secara total,” paparnya.

Tags
Lanjutkan Baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close