fbpx
Balita dan AnakBayiKehamilan

Saran Kemenkes Bagi Bayi Dan Ibu Hamil Yang Rentan Terdampak Asap

Parentingsehat.com – Untuk saat ini, kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengepung pada wilayah Sumatera dan Kalimantan. Dan untuk menghindari adanya dampak asap, warga bisa pergi ke tempat yang menyediakan air purifier.

“Di tempat-tempat tertentu menyediakan air purifier untuk kelompok rentan yaitu bayi, balita, dan ibu hamil. Dengan air purifier, udara bisa dibuat bersih,” ucap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono, Selasa (17/9/2019).

Dijelaskan lebih lanjut, kepungan asap mempunyai dampak buruk bagi kesehatan warga sekitar. Dalam hal ini, Anung menilai bahwa dampaknya mempunyai sifat individual yang bergantung pada kondisi warga masing-masing.

Untuk paparan asap pada bayi yang premateur, bisa memicu penyakit batuk, infeksi, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), bahkan hingga gejala pneumonia meski hanya terpapar kabut asap tebal selama lima menit.

Sedangkan paparan untuk orang dewasa, khususnya bagi orang yang mempunyai tubuh sehat, selama kurang lebih 1 hingga 2 jam, kemungkinan hanya mengakibatkan bersin. Akan tetapi, secara umum seseorang mungkin tidak bisa menahan paparan asap hingga 12 jam. Tepatnya pada wilayah dengan tingkat ISPU 287 yang sudah masuk pada kategori sangat tidak sehat.

Anung melanjutkan, warga dianjurkan untuk memakai masker. Dan lebih baik tidak keluar rumah atau melakukan aktivitas diluar ruangan untuk menghindari paparan asap.

“Karena itu harus pakai masker. Untuk saat ini sebaiknya menghindari asap dengan jangan sering keluar rumah,” jelas Anung.

Tags
Lanjutkan Baca

Azkia adhyatma

Azkia adalah penulis lepas untuk berbagai media online. spesialis di berbagai topik terutama kesehatan dan parenting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close