fbpx
Kesehatan

Naiknya Cukai Rokok 23 Persen, Dinilai Bisa Pangkas Kerugian BPJS Kesehatan

Parentingsehat.com – Dengan adanya kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen pada 1 Januari 2020 mendatang, dinilai akan mempunyai imbas pada harga rokok yang akan ikut naik. Dengan demikian, naiknya cukai dan harga rokok diharap mamu menekan angka perokok aktif di Indonesia. Sebab merokok adalah faktor resiko terbesar untuk menyebabkan penyakit tidak menular.

Dijelaskan pula, hampir dari semua jenis penyakit tidak menular yang diidap oleh masyarakat Indonesia, merupakan dampak dari kebiasaan merokok. Untuk tahu 2018 lalu, BPJS Kesehatan mengalami kerugian hingga 16,5 triliun rupiah akibat dari pembiayaan penanganan penyakit katastropik.

Sedangkan beberapa waktu lalu, Prof dr Bambang Budi Siswanto, SpJP (K), Fascc, FAPSC, FACC selaku ahli hipertensi paru dari RS harapan Kita, menjelaskan bahwa kebiasaan hidup yang tidak sehat, seperti halnya merokok, merupakan penyumbang terbesar defisit BPJS Kesehatan lantaran harus membiayai pengobatan akibat rokok.

“Coba cek itu penyakit yang paling banyak makan dana BPJS dari jantung, paru-paru. Semuanya gara-gara apa? Ya kebiasaan merokok,” paparnya seperti yang dilansir dari detikcom.

Terdapat lebih dari 50 persen defisit BPJS Kesehatan, diperuntukkan guna membiayai pasien penyakit jantung. Yaitu sebesar Rp 6,67 triliun. Terlepas dari itu, penyakit katastropik lainnya yang mampu disebabkan oleh kebiasaan merokok. Yaitu kanker dan stroke dengan jumlah total pembiayaan sebesar Rp 3,27 triliun.

Sedangkan dari sisi cukai, merupakan biaya yang dikenakan sebagai akibat dari penggunaan barang tertentu. Rokok yang mempunyai kandungan nikotin, tar, dan bahan kimia lain, terdapat bukti mempunyai dampak penyakit dalam jangka waktu tertentu.

Tags
Lanjutkan Baca

Azkia adhyatma

Azkia adalah penulis lepas untuk berbagai media online. spesialis di berbagai topik terutama kesehatan dan parenting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close