fbpx
Kesehatan

Mencukur Bulu Kemaluan Ternyata Tidak Menimbulkan Bahaya

Parentingsehat.com – Selama ini tindakan mencukur bulu kemaluan selalu dinilai dengan beberapa resiko kesehatan. Tepatnya yang mungkin bisa mengancam. Informasi yang beredar, khususnya pada kalangan wanita, mencukur bisa meningkatkan resiko adanya lecet dan penyakit menular lainnya.

Dengan adanya resiko tersebut, menjadikan banyak wanita menjadi takut untuk mencukur rambut kemaluan lantaran bisa memudahkan tertular. Akan tetapi, ada sebuah penelitian baru yang memberikan bantahan terhadap anggapan tersebut. Serta bisa membuat banyak wanita bernapas dengan lega.

Temuan tersebut berdasar pada penelitian yang melibatkan 214 wanita yang memperoleh tes tentang penyakit menular di Ohio State University. Para partisipan tersebut diberi kuisioner terkait perilaku dan perawatan tubuh mereka.

“Penelitian terdahulu menanyai partisipan apakah mereka pernah mengalami penyakit menular seksual, namun tidak mengukur apakah seseorang sedang mengalaminya pada saat penelitian. Hal ini membuat hubungan antara kebiasaan bercukur saat ini dengan penyakit menular seksual sulit dilakukan,” jelas seorang peneliti Jamie Luster peneliti dari University of Michigan, Ann Arbor.

“Perhatian secara khusus terjadi adalah bahwa penelitian terdahulu tidak memperhitungkan frekuensi seksual,” ungkap Maria Gallo, selaku seorang profesor epidemiologi dari Ohio State University.

“Hasil temuan ini tidak mengejutkan karena tidak terdapat alasan biologis yang jelas bahwa mencukur atau waxing bulu kemaluan ini bisa meningkatkan risiko klamidia dan gonorea,” ungkap Luster melanjutkan.

Tags
Lanjutkan Baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close