fbpx
Kesehatan

Kemenkes RI Angkat Bicara Terkait Kontroversi Vape Di AS

Parentingsehat.com – Belakangan vape menjadi salah satu topik yang sangat ramai diperbincangkan. Tepatnya sejak ratusan warga AS dilaporkan terserang penyakit paru-paru secara misterius pasca menggunakan rokok eletrik tersebut. Hingga kini kasus kematian yang disebabkan oleh vape pun semakin bertambah. Menurut laporan terbaru, terdapat 5 orang yang meninggal dunia karena diduga terkait dengan penggunaan vape.

Mengenai hal tersebut, Anung Sugihantono selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menjelaskan bahwa vape mempunyai resiko bahaya yang sama dengan rokok konvensional. Ia juga menilai bahwa beberapa hal vape lebih berbahaya daripada rokok.

“Dalam beberapa hal vape lebih berbahaya dari rokok. Kemungkinannya kan termasuk alergi, poisoning, dan kandungan karsinogen,” jelasnya seperti dilansir dari detikhealth, Selasa (10/9/2019) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, ketika ditanya apakah sejauh ini terdapat laporan penyakit paru-paru misterius, tepatnya yang dikaitkan dengan penggunaan vape di Indonesia, Anung menyebut bahwa memang sejauh ini secara ekspilisit belum anda.

Akan tetapi, pihaknya dari Anung ada yang memperoleh laporan informal bahwa orang yang menggunakan vape menjadi sering batuk serta terkena penyakit lantaran riwayat vape.

Sedangkan untuk sejauh ini, Kemenkes sendiri masih berupaya untuk memberikan peningkatan pengetahuan, serta kemauan masyarakat untuk menghindari penggunaan vape. Hal tersebut juga diajukan melalui penyuluhan serta pesan-pesan kesehatan.

“Kami sudah mendiskusikan dan menyurati bahwa vape merupakan bagian dari rokok, masuk dalam terminologi rokok. Sehingga regulasinya bisa kena semua,” pungkasnya.

Tags
Lanjutkan Baca

Azkia adhyatma

Azkia adalah penulis lepas untuk berbagai media online. spesialis di berbagai topik terutama kesehatan dan parenting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close