fbpx
Kesehatan

Kemenkes : BPJS Kesehatan Terbebani Rp 5,9 Triliun Penyakit Akibat Rokok

Parentingsehat.com – Berdasar dari data yang dikumpulkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari BPJS Kesehatan, pada tahun 2017 lalu, jumlah kasus penyakit yang terkait dengan rokok serta tembakau, baik untuk rawat jalan atau rawat inap mencapai lebih dari 5.159.627 kasus. Sangat disayangkan, konsumsi rokok punya korelasi negatif dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Kesehatan.

“Sampai saat ini BPJS melaporkan ada Rp 5,9 triliun yang dipakai untuk pengobatan akibat rokok. Yang paling banyak adalah PPOK dan itu tidak terbantahkan,” ungkap Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes ketika ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan Selasa (17/9/2019).

Dalam hal ini, penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi berasal dari rokok. seperti halnya penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). dan juga gagal dinjal.

Lebih lanjut, konsumsi rokok dinilai memberikan ancaman penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pasalnya, dana tersedot unutk penanganan penyakit yang memperburuk defisit BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, Anung berharap dengan adanya kenaikan cukai dan harga rokok eceran, mampu menurunkan konsumsi rokok. Khususnya pada kalangan penduduk miskin dan anak-anak. Meski bukanlah salah satu jalan untuk mengendalikan konsumsi rokok.

“Tujuan kenaikan cukai adalah untuk menurunkan proporsi perokok pemula. Kami menyatakan bahwa ini adalah salah satu cara untuk mengurangi, bukan satu-satunya. Tidak single factor,” jelasnya.

Terkait dengan cukai rokok, ialah untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, Anung pun menyebut bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya diatur oleh Kementerian Keuangan.

“Bahwa kami menerima manfaat lain, itu adalah hal yang kita akan selalu sinergi dengan satu dan lainnya,” tuturnya.

“Kita tidak bisa mengkhususkan pendapatan cukai ditarik untuk pengobatan,” tandasnya.

Tags
Lanjutkan Baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close