fbpx
Kesehatan

Kemenkes Bantah Kelangkaan Tabung Oksiden Karena Tidak Bisa Dibagi Sembarangan

Parentingsehat.com – Netizen sebelumnya beramai-ramai mendonasikan masker bagi warga yang terkena dampak asap kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Dan saat ini, beredar informasi yang menyebut bahwa stok masker sudah berlimpah dan warga lebih membutuhkan bantuan oksigen.

Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Ahmad Yurianto, membantah bahwa daerah terdampak asap karhutla kekurangan bantuan oksigen. Ia menilai, pihaknya telah cukup banyak menyediakan oksigen, tidak hanya pada rumah sakit namun juga bantuanoksigen portable yang keliling memberikan bantuan untuk yang membutuhkan.

“Ini mah drama aja. Permasalahan ini gak ada. Kita juga gak cuma naruh oksigen di rumah sakit tapi kita gerakkan ke mana-mana,” ucapnya seperti dilansir dari detikHealth, Senin (23/9/2019).

Lebih lanjut, dr Yuri juga menyebut bahwa di Kalimantan Tengah terdapat dua bis Pemda yang tempat duduknya dilengkapi dengan tabung oksigen. Bahkan ambulans juga sudah berkeliling.

“Di Kalimantan Tengah itu ada 2 bis Pemda yang tempat duduknya kita lengkapi dengan tabung-tabung oksigen. Ambulans juga semua sudah bergerak berjalan kemana-mana. Bahkan di beberapa kantor-kantor itu ada dibuat rumah oksigen,” imbuhnya.

dr Yuri menilai, sama halnya dengan obat-obatan, oksigen juga tidak bisa dibagikan secara sembarangan. Pasalnya, perlu pemeriksaan dari petugas kesehatan, tujuannya ialah untuk memastikan bahwa mereka memang membutuhkan.

“Kalau engga butuh ya gak perlu. Ga bisa dibagi-bagi kayak mie instan. Bagi oksigen itu tidak seperti bagi-bagi masker,” tandasnya.

Tags
Lanjutkan Baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close