fbpx
Gaya HidupLife Style

Hasil Riset Buktikan Anak SMA Yang Tidak Pacaran Lebih Jarang Depresi

Parentingsehat.com – Pada kalangan remaja mempunyai pacar bukanlah hal yang asing. Pasalnya, sekolah selama beberapa dekade, merupakan proses pengembangan identitas dari kalangan remaja yang juga berajak dewasa.

Mengenai hal pacaran tersebut, peneliti juga sadar bahwa tidak semua orang menjalani pacaran pada masa remajanya. Studi baru yang diterbitkan oleh Journal of School Health, tidak ada percedaan tumbuh kembang yang berarti antara remaja pacaran dengan yang tidak. Justru peneliti, Brooke Douglass dari University of Georgia menemukan kecenderungan remaja yang tidak pacaran mentalnya lebih sehat, lantaran tingkat depresi yang rendah.

Brooke menjelaskan, studinya bisa dipakai untuk menangkal pemahaman yang beredar luas selama ini, bahwa remaja haruslah pacaran.

“Remaja yang tidak pacaran kompetensi sosialnya tidak kekurangan, tetap punya teman. Sama seperti remaja pacaran,” ucap Brooke menurut yang dilansir dari CNN, Kamis (12/9/2019).

Batasan dari studi yang dilakukan peneliti hanya mengandalkan survei wawancara, yang berarti bisa beresiko bias. Pasalnya responden anak sekolah pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), ada kemungkinan tidak nyaman untuk melaporkan topik sensitif seperti halnya masalah depresi dan bunuh diri.

Lebih lanjut, Brooke juga menjelaskan jika studi jangan ditanggapi sebagai saran supaya para remaja tidak usah pacaran. Menjalani masa lajang hanya satu pilihan yang bisa ditempuh, serta hal tersebut bukan berarti menjadikan seorang remaja dianggap aneh ataupun terhambat secara sosial.

“Studi menegaskan bahwa tidak apa-apa kalau kamu memutuskan untuk pacaran atau tidak. Keduanya dapat diterima dan sehat,” tandas Brooke.

Lanjutkan Baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close