fbpx
Balita dan Anak

Fakta Dibalik Viralnya Kasus Anak Meninggal Keracunan Permen Cokelat

Parentingsehat.com – Sedang ramai di media sosial berita tentang anak di Pekalongan yang meninggal lantaran keracunan jajanan permen coklat. Pada beberapa unggahan disertakan pula gambar yang menunjukkan permen cokelat, dikaitkan dengan narasi sudah ada tiga anak yang meninggal.

“Di grup pada (share -red) ini. Engga tau bener apa engganya, tapi buat kita orang tua harus hati-hati biar engga ada kejadian,” isi tulisan pesan yang diterima Junita, ibu dari satu orang anak. “Klarifikasi itu hoax apa enggak?” komentarnya.

Menurut fakta, memang benar terdapat seorang anak di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, meninggal pasca mengkonsumsi jajanan permen coklat. Kejadian tersebut pada bulan April 2019 lalu. Akan tetapi, hanya satu yang dilaporkan meninggal, sedangkan satu anak lagi kondisinya semakin baik setelah dirawat di RSU Budi Rahayu.

Usai kejadian tersebut, polisi langsung melakukan pantauan pada warung-warung, tepatnya terkait dengan ketersediaan jajanan permen cokelat.

Kapolres Kota Pekalongan AKBP Ferry Sandi Sitepu pada saat itu mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kota serta sekolah untuk menertibkan jajanan yang membahayakan.

“Hari ini mengecek keberadaan makanan dimaksud, terutama warung atau kios dekat sekolahan,” ucap Ferry pada Jumat (26/4/2019).

Dilansir dari situs resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, tidak diketahui secara spesifik zat apa yang menyebabkan dua anak mengalami keracunan. Lantaran laporan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang tidak menemukan adanya zat berbahaya pada jajanan tersebut.

“Uji laboratorium menunjukkan, cokelat mermaid tidak mengandung zat berbahaya,” ungkap Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto.

Lanjutkan Baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close