fbpx
Kesehatan

Cukai Naik Untuk Kurangi Atau Palakin Perokok?

Parentingsehat.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan apresiasi terkait langkah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen per 1 januari 2020. Dinyatakan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Anung Sugihantono, dengan kenaikan cukai dan harga rokok, diharap memberikan dampak secara signifikan pada penurunan jumlah perokok.

“Kalau ditanya targetnya apa, kami jelas mengurangi konsumsi rokok. Konsumsi rokok ini ada dua, yang sudah merokok dikurangi atau bahkan dihentikan, dan yang kedua tidak menambah jumlah,” ungkapnya ketika dijumpai di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Dalam hal ini, jumlah perokok aktif yang cenderung naik disinyalir akan meningkatkan resiko penyakit pada kalangan penggunannya. Serta pada akhirnya menyebabkan pembengkakan pada biaya pengobatan yang sebagian besar ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Meski pendapatan dari cukai rokok juga dipakai untuk menutup defisit BPJS Kesehatan, saat ini Kemenkes lebih fokus pada penurunan prevalensi perokok yang dikhususkan pada kalangan muda.

“Kami fokus di situ. Mengurangi konsumsinya dan kemungkinan anak atau orang baru menjadi perokok. Bahwa kami mendapat manfaat lain, seperti tadi yang disebutkan, itu adalah hal lain yang kita akan selalu sinergi dengan satu dan lainnya,” sebutnya.

“Kita tidak bisa mengurusi dana ini dipakai untuk ini, hanya untuk ini. Kita satu kesatuan. (cukai rokok) Kan masuk dalam pendapatan negara,” lanjutnya.

“Memang ada dana bagi hasil cukai, ada pajak rokok yang semuanya pengaturannya ada di Kementerian Keuangan. Tapi kita tidak bisa mengkhususkan pendapatan cukai semua ditarik untuk pengobatan,” tandasnya.

Tags
Lanjutkan Baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close