fbpx
Kesehatan

Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Cacar Monyet. Anda mungkin sudah tahu istilah varicella, cacar air, cacar ular (herpes zoster), baik simptomatik dan terapeutik, preventif. Selain tiga jenis cacar sebelumnya, dunia baru-baru ini dikejutkan oleh penampilan jenis cacar yang cukup asing di telinga. Jenis cacar ini disebut cacar monyet atau monkeypox.

Pada tahun lalu, seorang Nigeria diuji positif terkena cacar monyet selama kunjungannya ke Singapura. Penyakit ini harus dipantau karena dapat dengan mudah menular, seperti cacar pada umumnya. Meskipun monkeypox jauh lebih ringan daripada cacar, gejalanya dapat memburuk dan berakibat fatal bagi manusia.

Gejala Penyakit Menular

Gejala demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung dan otot, kelelahan

Penyebab Virus Cacar Monyet (Monkeypox)

Perbanyakan melalui kontak langsung dengan primata (monyet) atau hewan yang dicurigai terinfeksi virus cacar monyet, melalui kontak manusia melalui cairan tubuh atau darah.

Pencegahan Vaksin Cacar

Belum ada pengobatan, tetapi dokter dapat merekomendasikan antivirus Cidofovir.

Apa itu cacar monyet?

Smallpox adalah penyakit langka yang disebabkan oleh ortopoxvirus. Cacar monyet adalah virus zoonosis, penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Itu juga dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain, tetapi risikonya biasanya rendah.

Diluncurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), monkeypox adalah penyakit endemik di desa-desa di wilayah Afrika Barat dan Tengah. Penyakit ini paling sering ditemukan di dekat hutan tropis lembab di mana kontak dengan hewan yang terinfeksi adalah umum.

Mengenai Cacar Monyet

Penyebab cacar

Virus cacar monyet terutama ditularkan oleh berbagai binatang liar, seperti tikus, monyet, tupai dan hewan pengerat lainnya. Penyakit ini dapat ditularkan ke manusia melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, lesi atau selaput lendir hewan yang terinfeksi, tetapi tingkat kematiannya jauh lebih rendah daripada cacar.

Selain kontak langsung, penyebab cacar monyet juga bisa berasal dari cara Anda memperlakukan makanan. Makan daging dari hewan yang terinfeksi yang tidak dimasak dengan baik dapat meningkatkan risiko infeksi monkeypox.

Baca Juga : 5 Cara Menjaga Lambung Agar Tetap Sehat

Cara Monyet pada Anak-anak

Cacar Monyet (monkeypox) memiliki efek terburuk jika terpengaruh pada anak-anak. Dalam beberapa kasus, tingkat keparahannya lebih tinggi daripada orang dewasa dengan cacar monyet.

Vaksin yang dapat digunakan sementara adalah vaksin cacar.

Cacar Monyet pertama kali ditemukan pada monyet yang diperiksa di laboratorium pada tahun 1958. Di antara spesies monyet, termasuk manusia, anjing padang rumput, tikus dan tupai, virus dapat terinfeksi.

Namun, monyet tidak dianggap sebagai reservoir atau sumber alami virus. Para ilmuwan masih berusaha mengidentifikasi reservoir monkeypox dan mengapa penyakit yang jarang diamati selama beberapa dekade tampaknya lebih umum.

Virus Cacar Monyet: dari Mana Asalnya

Ulasan ini menjelaskan asal mula virus ini dan bagaimana potensi ancaman penyakit ini di negara tetangga kita Singapura.

Virus cacar monyet termasuk dalam virus ortopoks, keluarga Poxviridae, dengan virus variola (virus vaccinia) dan cacar. Ada dua jenis (tipe gen) dari virus cacar monyet dari Afrika Barat dan Kongo. Strain di Afrika Barat kurang ganas dan menyebabkan penyakit ringan pada hewan dan manusia dan kurang menular pada manusia daripada varian Kongo.

Penyakit yang mirip dengan cacar pada manusia adalah cacar yang disebabkan oleh virus variola. Penyakit ini berhasil diberantas dengan vaksinasi pada 1980. Gejala kedua virus pada manusia sulit dibedakan. Namun, harus dipahami bahwa cacar tidak ada lagi karena keberhasilan vaksinasi.

Baca juga : 2 Cara merawat mis v dengan tumbuhan lidah buaya

Dari mana virus itu berasal?

Monkeypox adalah nama virus yang menyebabkan gangguan kulit dalam bentuk ruam yang berubah menjadi vesikel (tiup) dan akhirnya membentuk kerak (deskuamasi). Di Indonesia, virus ini dikenal sebagai virus cacar monyet. Ini adalah penyakit zoonosis yang merupakan penyakit pada hewan.

Ditemukan untuk pertama kalinya pada tahun 1958, virus ini menyerang sekelompok monyet yang sedang diteliti di laboratorium di Kamerun. Sumber virus ini adalah tikus yang dikenal sebagai tikus Afrika. Awalnya virus ini hanya dikenal di Afrika Tengah dan Barat.

Mengapa ditemukan di Afrika? Karena memang benar bahwa tikus mampu membawa virus ini di Afrika. Melalui gigitan tikus, virus ini dapat menyebabkan penyakit pada hewan sasaran seperti monyet, sapi, kerbau, anjing dan mamalia lainnya. Dari hewan-hewan ini, penularan tambahan ke manusia dapat terjadi.

Kasus penularan virus pada manusia hanya dilaporkan pada tahun 1970-an pada seorang anak berusia sembilan tahun di Republik Demokratik Kongo yang awalnya dicurigai terinfeksi cacar tetapi yang kemudian terbukti terinfeksi cacar monyet.

Lanjutkan Baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close