fbpx
Kesehatan

Benarkah Organ Kewanitaan Tidak Boleh Disabun?

Parentingsehat.com – Kaum hawa mempunyai organ intim yang sangat rentan terhadap infeksi. Apabila salah dalam mengatasi, maka bisa saja akan menimbulkan efek bagi kesehatan.

Dr. Susie Rendra, SpKK, selaku dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), menjelaskan bahwa organ intim wanita memang memerlukan sabun. Hal tersebut lantaran organ intim wanita memiliki banyak kelenjar lemak serta hanya bisa hilang menggunakan sabun.

“Dalam kelamin kita (wanita) itu kan banyak sekali kelenjar lemak yang membuat daerah itu licin, dan tidak bisa dihilangkan dengan air biasa. Maka dari itu kita memerlukan sabun untuk menghilangkan sisa-sisa lemak dan biasanya berbentuk gel putih,” jelas dr Susie dilansir dari detikcom, ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Dalam hal ini, sabun yang digunakan pun harus diperhatikan kadar pH-nya. Pasalnya tidak boleh mengunakan sabun mandi. “Pemakaiannya juga jangan terlalu sering, cukup 1-2 kali dalam sehari. Sabunnya juga banyak yang dijual di pasaran, yang rata-rata pHnya 3,8 itu sudah cukup aman,” imbuh dr Susie.

Selain sabun, daun sirih bisa dijadikan alternatif untuk pembersih alami organ intim. Akan tetapi, jika terlalu sering juga akan berdampak pada kulit kering dan gatal.

“Sesekali sih nggak apa-apa, pas waktu keputihan lagi banyak-banyaknya supaya kering. Tapi kalo terlalu sering memakai ini atau sabun yang mengandung povidone iodine, kulit akan kering dan gatal. Ini juga tidak boleh over use atau berlebihan,” tandasnya.

Lanjutkan Baca

Azkia adhyatma

Azkia adalah penulis lepas untuk berbagai media online. spesialis di berbagai topik terutama kesehatan dan parenting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close