fbpx
Kesehatan

Akses Cemino Percepat Penanganan Pasien Cuci Darah

Parentingsehat.com – Terdapat sekitar 95 persen pasien gagal ginjal menerapkan perawatan melalui terapi atau proses hemodialisis (cuci darah) yang menggunakan mesin khusus guna menyaring darah sehingga menggantikan gungsi ginjal yang rusak. Hal tersebut diungkap oleh Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Pusat, Tony Samosir.

Cara kerjanya yakni dengan mengalirkan darah pada sebuah sirkulasi ke mesin yang berada pada luar tubuh, guna membuang toksin dan kelebihan cairan. Selanjutnya mesin akan mengembalikan darah yang telah dibersihkan kembali ke dalam tubuh.

“Akses untuk hemodialisis ini ada beberapa jenis yang diantaranya dengan Kateter Double Lumen (CDL), AV Fistula/Cimino dan AV Graft,” jelas Tony dalam seminar ‘Perawatan Akses Vaskuler pada Pasien Ginjal Kronis’ yang digelar KPCDI bekerja sama dengan Fresenius Medical Care, di Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Sedangkan menurut yang disampaikan konsulen bedah vaskuler, dr. Patrinef, SpB(K)V, menyarankan agar dokter meminta pasien terlebih dahulu membuat akses cemino, tepatnya 3 bulan sebelum pasien gagal ginjal menjalani terapi cuci darah.

“Mau dipakai atau tidak, yang penting pasien sudah punya akses. Ketika sudah saatnya cuci darah, maka pasien cepat tertangani. Sayangnya, praktek di Indonesia tidak demikian. Pasien datang sudah dalam keadaan parah bahkan di ICU, baru dilakukan pemasangan CDL, dan ini memiliki resiko yang sangat tinggi,” ucap dr. Patrianef.

“Yang terbaik dan aman bagi pasien tetap menggunakan AV Fistula/Cemino. Ini sangat kecil komplikasinya. Biasanya perlu waktu matang 6 sampai 12 minggu akses Cemino tersebut baru bisa digunakan untuk mengalirkan darah ke mesin,” imbuhnya.

Tags
Lanjutkan Baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close