fbpx
Kesehatan

Untuk Riset, Pasien Epilepsi Sumbangkan Sebagian Otak

Parentingsehat.com – Masih dalam keadaan hidup namun menyumbangkan sebagian organ, mungkin terbilang hal yang meragukan. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak menjadi masalah bagi wanita dengan nama Rihanna Kortlever asal Seatle yang menderita epilepsi. Ia menyumbangkan sebagian otaknya untuk kebutuhan riset. Tepatnya tentang cara kerja, penyakit, serta penanganan yang lebih baik.

“Saya mengalami epilepsi dan berbagai gangguan yang menyertainya. Dengan gangguan ini, saya senang jika menyumbangkan sebagian otak bisa membantu mengatasinya. Bagi saya ini adalah menolong orang lain yang punya masalah serupa,” ucap Kortlever  salah satu pasien bedah saraf, seperti dikutip dari News Archive UK.

Sedangkan untuk sebelumnya, Kortlever sempat menjalani operasi guna memperbaiki epilepsi yang dideritanya. Kortlover menyumbangkan sebagian kecil bagian otaknya yang disebut dengan neokorteks. Areal tersebut merupakan lapisan otak pada bagian luar yang berkerut.

“Kami sedang mencoba melakukan survei skala besar untuk semua tipe neuron yang berbeda dalam otak manusia. Kami dan banyak orang lain percaya, banyak penyakit terutama yang berkaitan dengan saraf dan gangguan mental adalah hasil dari mutasi yang spesifik. Penyakit tersebut juga terkait dengan kekurangan zat tertentu pada sel-sel otak yang spesifik,” ungkap kepala peneliti di Allen Institute for Brain Research Christof Koch.

“Jika kita ingin mengembangkan obat misal untuk gangguan kejiwaan, maka kita harus tahu detail aktivitas dan bagian otak yang terpengaruh. Molekul dan reseptor di sel mana yang bisa mengekspresikan obat sesuai tujuan penggunannya. Inilah pentingnya riset menggunakan otak manusia dalam kondisi hidup, bukan lagi organ milik hewan misal tikus,” imbuh Koch.

Tags
Lanjutkan Baca

Azkia adhyatma

Azkia adalah penulis lepas untuk berbagai media online. spesialis di berbagai topik terutama kesehatan dan parenting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close